Wisata Alam Banyuwangi

Banyuwangi adalah salah satu kabupaten di Jawa Timur, yang biasanya dilewati para pengunjung yang akan berkunjung ke Bali dan memiliki banyak tempat wisata yanga sangat menarik. Tidak hanya pantai, Banyuwangi juga dilatarbelakangi oleh gunung. Bagi anda yang menginginkan keindahan alam, Banyuwangu sangat cocok menjadi pilihan Anda. Kami siap menghantarkan Anda ke tempat tempat Wisata Alam di bawah ini.

Kawah Ijen (Blue Fire)

Kawah Ijen adalah kawah danau terbesar di pulau Jawa. Kawah ini secara administratif terletak di 3 kabupaten, yaitu Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi. Berada pada ketinggian 2.443 m dpl dengan kedalaman kawah 200m. Kawah Ijen memiliki pesona luar biasa, yakni adanya danau belerang yang berwarna tosca dan api biru (blue fire). Anda dapat menyaksikan panorama memikat ini pada saat malam hari hingga menjelang subuh.

Kawah Ijen (Blue Fire)

Agar dapat tiba di Kawah Ijen, Anda dapat memilih 2 jalur, yaitu dari utara dan selatan. Jalur utara dapat dilalui dari Situbondo menuju Sempol (Bondowoso) dan berakhir di Paltuding, waktu tempuh sekitar 2,5 jam. Jika dari arah selatan, dapat dilalui dari Banyuwangi menuju Licin yang berjarak sekitar 35 km. Untuk mencapai kawah, Anda harus mendaki setinggi 3 km, ini memakan waktu sekitar 1,5 jam. Rasa lelah mendaki akan terbayar lunas tatkala mendapati pesona indah blue fire di salah satu tempat wisata di Banyuwangi terpopuler ini.


Baluran

Wisata lainnya yang dapat kita kunjungi di Banyuwangi dan tak kalah menawarkan keindahan adalah Baluran. Wisata Banyuwangi Baluran merupakan hamparan savana paling luas di Pulau Jawa. Pemandangan di Baluran terasa seperti di Afrika. Ratusan rusa berlarian, merak jantan yang melebarkan ekornya hingga puluhan kerbau yang gagah akan dapat kita temukan di sini. Terdapat juga aneka pepohonan khas dari Baluran yang mirip dengan pohon pinang serta akan berbuah satu kali seumur hidupnya sebanyak satu ton dan kemudian mati. Ada juga pohon pilang yang batangnya rimbun dan putih. Lalu, kita juga bisa melihat pohon bekol dengan kerindangan yang magis.


Alas Purwo

Wisata Banyuwangi Alas Purwo yang dapat kita kunjungi di antaranya adalah Sadengan. Savana atau padang rumput Sadengan memiliki luas sekitar delapan puluh hektar. Sadengan termasuk dalam Taman Nasional Alas Purwo. Padang rumput ini disebut semi alami karena keberadaannya tidak berlangsung secara alami akan tetapi karena adanya kerusakan hutan. Satwa yang ada di padang rumput ini ialah gabungan antara greezer dan browser. Greezer adaalh satwa yang merumput di Sadengan, sementara browser adalah satwa yang memakan tumbuhan di hutan. Beragam spesies bisa kita temukan di sini, mulai dari banteng, rusa, kijang, ajag, macan tutul hingga babi hutan.


Desa Adat Kemiren

Kemiren merupakan salah satu desa adat di banyuwangi yang masih kental akan adat istiadat suku osing. desa yang terletak di kecamatan glagah, Banyuwangi. penduduk di desa ini dipenuhi dengan suku osing semua dan masih mempertahankan tradisinya. bahasa keseharian mereka menggunakan bahasa Osing. sekedar informasi, Osing sendiri memiliki arti tidak, kita sebagai suku Osing memilih kata Osing karena kita dulu berkata Tidak untuk penjajahan atau Osing kanggo penjajahan. Karena masih kentalnya adat istiadat di desa ini, pemerintah menetapkan desa ini sebagai cagar budaya.

Salah satu daya tarik desa kemiren adalah adanya Sanggar Genjah Arum, Sanggar ini di desain dengan tema rumah masyarakat Banyuwangi di tempoe doeloe. Sanggar ini milik seorang pengusaha perkebunan yang bernama Setiawan Subekti atau biasa dipanggail dengan kang Iwan.

Selain Sanggar Genjah Arum, di desa ini sering diadakan festival seperti Ngopi Sewu. festival ini merupakan acara tahunan pemerintah banyuwangi yang di selenggarakan di desa adat kemiren dimana penduduk di desa ini menyediakan meja dan kursi di depan rumah yang dilengkapi dengan kopi asli banyuwangi untuk di minum bersama – sama.


Savanah Sadengan

Padang Rumput atau savana Sadengan adalah padang rumput dengan luas 80 hektar, dan merupakan padang rumput semi alami di Banyuwangi dan masuk dalam teritori Taman Nasional Alas Purwo. Disebut padang rumput semi alami karena keberadaan padang rumput ini tidak berlangsung secara alami, dimana terbentuk karena kerusakan hutan sehingga membentuk hamparan rumput yang luas.

Satwa yang hidup di padang rumput ini merupakan penggabungan antara Greezer atau satwa yang merumput di savana Sadengan, dan Browser atau yang makan tumbuhan di dalam hutan. Berbagai spesies bisa di temukan di padang ini seperti; Banteng (Bos javanicus), Rusa (Cervus timorensis), Ajag (Cuon alpinus), Kijang (Muntiacus muntjak), Babi Hutan (Sus scrofa), Macan Tutul (Panthera pardus).


Taman Nasional Meru Betiri

Meru Betiri merupakan salah satu taman nasional terbaik di Pulau Jawa dengan luas 58 ribu hektar. Taman nasional ini terdiri dari lima vegetasi, yaitu hutan pantai, hutan mangrove, hutan rawa, hutan rheophyte, dan hutan hujan dataran rendah. Maka, tak berlebihan rasanya jika tempat ini memiliki slogan ‘Home of Biodiversity.’

Taman Nasional Meru Betiri terletak di pesisir selatan, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Nama Meru Betiri diambil dari nama gunung yang ada di dalam kawasan Taman Nasional ini yaitu Gunung Meru dan Gunung Betiri.

Tak hanya menyaksikan keagungan Tuhan lewat pemandangan indah yang memanjakan mata, di Meru Betiri Anda pun dapat menyaksikan langsung kehidupan satwa-satwa liar yang dibiarkan bebas.

Sebanyak 293 jenis tumbuhan yang ada di taman nasional ini, antara lain, bunga raflesia, bakau, bungur, pulai, bendo, api-api, waru, nyamplung, rengas, dan beragam tumbuhan obat-obatan.

Taman Nasional Meru Betiri pun bisa menjadi lokasi yang sempurna bagi para petualang alam bebas. Ada beragam kegiatan yang dapat Anda lakukan di Taman Nasional Meru Betiri, seperti jungle tracking maupun hiking. Rutenya melalui trans Bandealit – Teluk Meru (menginap – Teluk Permisan (menginap) – Sukamade dengan waktu tempuh 2 hingga 3 hari.


Agrowisata Kalibendo

Agrowisata Kalibendo terletak kira-kira 25 km dari Kota Banyuwangi. Agrowisata ini terletak di dataran tinggi. Tepatnya pada jalur perjalanan utama dari Gunung Ijen. Perkebunan yang memproduksi karet, kopi dan cengkeh menjadi pemandangan yang khas, dengan udara yang sejuk. Para pengunjung juga bisa melihat bangunan tua bekas kantor kerja kolonial Belanda.

Agro wisata perkebunan Kalibendo ini memiliki tiga pos yang akan dilalui. Pos pertama, wisatawan akan menuju ‘Pondok Robusta’ dengan menggunakan sepeda gunung. Jalan yang menanjak dan berkelok-kelok cukup memacu adrenalin Anda. Apalagi Anda juga akan melewati jalan tak beraspal yang licin di musim hujan seperti saat ini.

Namun rasa lelah akan terbayarkan saat Anda tiba di pos pertama, Pondok Robusta. Anda akan disambut oleh sebuah pos yang berupa rumah adat Osing Banyuwangi, dan disuguhi kopi robusta kualitas nomor satu di Indonesia. Berbagai kudapan seperti kue cucur, singkong goreng dan pisang goreng bisa Anda nikmati, langsung dibikin oleh warga sekitar.

Setelah pos pertama, perjalanan naik sepeda dilanjutkan menuju pos dua. Di sana Anda akan menemui Pos Karet. Berbagai macam karet hasil sadapan di perkebunan Kalibendo dipajang. Pos dua ini berbentuk rumah bambu, yang semua dibuat dari bambu serta atap terbuat dari anyaman. Tersedia juga tempat mandi dan kakus alami.

Uniknya, di pos pertama dan kedua, Anda akan disambut dengan ‘red carpet’, bukan berwarna merah, melainkan kuning. Red carpet berwarna kuning yang dimaksud adalah kulit-kulit kopi yang telah dipisahkan dari biji kopi.

Setelah itu Anda akan menapaki jalan setapak menurun menuju aliran sungai jernih. Anda bisa mandi, atau sekadar minum kopi dan membeli mie rebus di pinggir-pinggir sungai.

Puas menikmati aliran air sungai yang jernih, Anda harus melanjutkan perjalanan melalui jembatan gantung, lanjut naik ke atas tebing. Pos terakhir adalah lapangan Kalibendo yang letaknya dekat dengan kantor serta pabrik PT Perkebunan Kalibendo.


Hutan Pinus Kesonggon

Buat anda yang ingin menikmati udara sejuk hingga malam hari, hutan pinus songgon bisa menjadi wisata alternatif yang menarik untuk anda coba untuk mengisi waktu liburan bersama keluarga atau bersama sahabat karena keasrian dan keindahan alam hutan pinus songgon juga tidak kalah menarik dengan tempat wisata lainnya di kabupaten banyuwangi. Tempat ini juga bisa menjadi tujuan wisata untuk melepas kepenatan dari rutinitas sehari-hari dengan menikmati udara segar. Tidak hanya cocok untuk refreshing saja, tempat wisata Hutan Pinus songgon ini juga menjadi recommended jadi spot selfie yang cantik bagi penghobi selfi dengan nuansa alam indah.

Hutan pinus ini juga sudah disediakan spot untuk mendirikan tenda persis di sebelah aliran sungai, selain itu ditempat tersebut sudah ada tempat menyewakan perlengkapan untuk berkemah oleh pengelola. dilokasi Hutan Pinus telah tersedia beberapa atraksi wisata yang bisa dinikmati. Jadi di Hutan pinus ini anda bisa menikmati serunya naik ke atas rumah pohon, merasakan sensasi berkemah di alam terbuka dengan tenda dan berkeliling hutan pinus dengan naik kuda dengan harga yang sangat terjangkau. Bisa juga menikmati hutan pinus ini dengan hanya sekedar duduk-duduk di bangku-bangku kayu yang disediakan sambil menikmati segarnya hawa sejuk hutan pinus ditemani secangkir teh atau kopi hangat yang sudah tersedia di objek wisata hutan pinus songgon.